Saat menangani utang, penting untuk mengenali bahwa ada berbagai jenis utang dan semuanya tidak selalu membuahkan hasil yang sama. Misalnya, mengambil pinjaman untuk tujuan sekolah atau bisnis atau mengambil KPR untuk membeli rumah dapat dianggap investasi yang akan menghasilkan penghasilan keuangan yang lebih besar di masa depan. Jenis utang seperti ini dapat sangat mahal dalam jangka pendek tetapi pada akhirnya memiliki potensi “balik modal” dalam jangka panjang jika utang berupa investasi dalam bentuk aset seperti pendidikan atau real estate. Akan tetapi, utang yang cenderung tidak dapat menciptakan kondisi “balik modal” adalah beban finansial, baik dalam jangka pendek dan panjang. Jenis utang seperti ini harus dikelola dengan cermat agar tidak melampaui batas.
Dasar-Dasar Utang
Berapa pun jumlah utang yang Anda ambil, dan apa pun jenisnya, Anda perlu memiliki rencana pelunasan yang solid. Karena sebagian besar bunga utang bersifat bunga majemuk – yang sederhananya berarti “bunga berbunga” – utang kecil Anda dapat meningkat dengan cepat. Sebaiknya, lunasilah utang Anda secepat mungkin.
Aturan 28/36
Satu panduan yang sangat membantu adalah formula yang digunakan pemberi pinjaman KPR: aturan 28/36. Aturan ini menetapkan pembayaran KPR Anda tidak boleh melebihi 28 persen dari pendapatan bulanan kotor, sementara total pembayaran utang — termasuk pembayaran KPR, listrik, kartu kredit, dan pinjaman lain — tidak boleh melebihi 36 persen.
- Pinjaman peer-to-peer (daring) – Anda dapat menggunakan layanan daring yang mempertemukan Anda dengan pemberi pinjaman, baik untuk tujuan pribadi atau bisnis Anda. Umumnya, pinjaman ini tidak memerlukan agunan, dan karena operasi biasanya dilakukan sepenuhnya secara daring, Anda harus mempertimbangkan opsi pinjaman peer-to-peer dengan hati-hati.
Bagikan